Bigbasz’s Personal Blog

Suporter Delapan Besar Liga Indonesia 2005 Indonesia

Hari Jumat 16 September 2005, di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta diselenggarakan putaran delapan besar Liga Indonesia wilayah barat. Untuk wilayah barat ada empat klub yang berasal dari wilayah I dan II yaitu Persija Jakarta, PSIS Semarang, Persebaya Surabaya, dan PSM Makasar. Keempat klub ini memiliki banyak suporter fanatik yang selalu siap untuk mendukung timnya berlaga.Sejak beberapa hari yang lalu ribuan suporter pendukung empat klub yang berlaga di Senayan mulai berdatangan. Mereka ke Jakarta dengan menggunakan sarana transportasi umum seperti Kereta Api dan Kapal Laut untuk suporter Makasar. Kedatangan mereka baik yang berasal dari Surabaya, Makasar, dan Semarang membuat cemas warga Jakarta. Hal ini karena reputasi mereka yang kerap menimbulkan kerusuhan.

Dari keempat kelompok suporter tersebut yang telah menyita perhatian media di Indonesia adalah Bonek(bondo nekat dalam bahasa Indonesia berarti bermodalkan kenekatan). Di beberapa media kemarin diberitakan mereka membuat rusuh di Stasiun Pasar Turi karena tidak diperbolehkan naik kereta secara gratis. Di antara mereka ada yang mengatakan sudah membeli tiket dari koordinator tapi tidak dapat menunjukkan tiketnya. Namun akhirnya kerusuhan ini dapat diatasi oleh aparat kepolisian.

Tidak semua bonek tersebut datang ke jakarta dengan modal yang cukup. Sebagian benar-benar bermodalkan kenekatan. Oleh karena itu mereka menginap di kawasan sekitar Gelora Bung Karno. Bonek-bonek ini membuat resah orang-orang yang bertemu dengan mereka. Bahkan ada yang sudah merampas Hp Communicator milik seorang wartawati yang kemudian menangis karena mengalami pelecehan seksual. Selain itu ada yang meminta uang atau rokok jika tidak diberi mereka memaksa.

Hal-hal negatif tidak hanya dilakukan oleh suporter Persebaya(bonek). Suporter dari Makasar juga sempat bentrok dengan Bonek dan Panser Biru hari Jumat kemarin sebelum pertandingan dimulai. Aparat dibuat kerepotan menghadapi mereka.

Contoh-contoh kejadian di atas membuat kepala kita bergeleng-geleng kenapa hal ini terjadi. Sampai kapan hal ini terjadi di Indonesia. Apakah para suporter yang berbuat hal negatif tersebut sudah tidak memiliki hati lagi hingga tidak mau berubah. Jika tidak ada perubahan para suporter yang ingin menonton sepak bola yang takut kerusuhan akan takut datang ke stadion. Semoga tulisan ini dapat direnungkan oleh mereka.

September 17, 2005 - Posted by | Sepakbola

1 Komentar »

  1. Blog is cool . Dont’t stop. If you like to learn, I’m sure you’d be interested in Online paralegal degree Take a look, if you have a minute for Online paralegal degree

    Komentar oleh Online Degree Adviser | September 17, 2005 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: