Bigbasz’s Personal Blog

Sebuah Kemenangan Yang Hampa


Akhirnya berakhirlah pertandingan antara PSIS Semarang dan PSM Makassar. Pertandingan ini berakhir dengan hasil 2-0 uuntuk kemenangan PSIS Semarang. Dua gol PSIS diciptakan oleh M. Ridwan dan Emmanuel Deporras.

Pertandingan ini berlangsung di Stadion Lebak Bulus, Rabu (21/9/2005), kedua tim sama-sama memperagakan permainan menyerang sejak awal peluit wasit ditiupkan. Tetapi PSIS yang lebih dulu unggul lewat Ridwan menit ke-9. Gol dari luar kotak penalti gelandang PSM itu terbilang cantik. Setelah mengontrol bola dengan dadanya dia melepaskan tendangan kaki kanan yang melesat ke gawang Syamsidar tanpa bisa dicegah kiper PSM tersebut.

Pada menit ke-34, PSM memiliki peluang menyamakan kedudukan beruntung tendangan bebas Ronald Fagundez masih tepat di pelukan kiper PSIS, I Komang Putra. Menjelang babak ini berakhir PSM mendapat peluang terbaik yang diperoleh oleh kapten Ponaryo Astaman pada menit ke-42. Sayang, sudulannya dari jarak dekat dengan spektakuler ditepis Komang.

Di babak kedua, secara umum pertandingan masih berjalan seimbang. Tetapi PSM, yang tertinggal satu gol, lebih banyak mengambil inisiatif penyerangan. Di awal babak kedua, Fagundez yang mendapat tendangan bebas hampir mengancam gawang PSIS. Namun, Komang lagi-lagi menjadi penyelamat dengan menepis bola yang meluncur deras menuju ke arahnya. Sementara bola muntahan Komang gagal dimanfaatkan para pemain PSM dan hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Setelah peluang Fagundez tersebut, PSM memperoleh beberapa peluang. Keasyikan menyerang membuat pertahanan PSM lengah. PSIS pun mampu mencuri gol lewat serangan balik menit ke-70. Menerima umpan dari tengah lapangan, Deporras berhasil memenangkan duel melawan Ebanda Herman sebelum menceploskan bola ke gawang Syamsidar. Skor 2-0 pun bertahan hingga pertandingan berakhir.

Namun kemenangan ini terasa hampa dengan mundurnya Persebaya dari pertandingan terakhir melawan Persija. Jika Persebaya hadir dan setidaknya menahan imbang Persija maka PSIS akan melaju ke final. Oleh karena itu mogoknya Persebaya berakibat fatal bagi PSIS. Jika Persebaya mundur tetapi yang dirugikan hanya Persebaya sendiri tentu tidak menambah barisan pihak yang kecewa. Tetapi Persebaya tidak dapat disalahkan seratus persen. Faktor keberpihakan wasit pada pertandingan-pertandingan sebelumnya serta ancaman terhadap bonek dan Persebaya juga harus diperhatikan. Sebagai salah satu suporter PSIS saya amat kecewa dengan mogoknya Persebaya. Hal ini harus ditangani oleh PSSI untuk membenahi kompetisi musim mendatang. Bravo Sepak Bola Indonesia!!!

September 22, 2005 - Posted by | Sepakbola

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: