Bigbasz’s Personal Blog

"What about side-by-side with a friend?"

 

Setelah dua hari yang lalu saya baca tulisan mas Afif di blognya masalah pertemanan, saya jadi ingat pembicaran antara Legolasdan Gimli di film The Lord of The Rings Return of The King. Ketika itu mereka berdua sedang akan bertempur dengan pasukan orc di depan The Black Gateuntuk mengalihkan perhatian The Eye of Sauron atas Frododan Sam yang akan memusnahkan The One Ring.

Sebelum mereka bertempur Gimli sempat berkata “I never thought I’d die fighting side-by-side with an elf”. Kemudian Legolas balik bertanya “What about side-by-side with a friend?” dan dijawab oleh Gimli “Aye, I could do that.


 

Legolas adalah seorang elf atau dalam bahasa Indonesia biasa diterjemahkan sebagai peri. Sosok elf biasanya berparas tampan untuklaki-laki dan cantik untuk perempuan. Pokoknya lumayan sempurna lah.Sedangkan Gimli adalah seorang dwarf yang berperawakan pendek dan gemuksudah begitu ya tidak terlalu good looking. Jadi ada perbedaan fisikyangsangat kentara antara Gimli yang dwarf dengan Legolas yang berasal daribangsa elf. Walau sebenarnya masing-masing punya kelebihan dankekurangan juga. Karena memang tidak ada yang sempurna di dunia ini.


Yang menarik dari pembicaraan mereka menurut saya adalah penggalan kalimat yang keluar dari mulut Legolas pada Gimli. Dia menanggapi pernyataan Gimli menyatakan tak pernah mengira dia akan berjuang dengan seorang elf. Legolas menanggapi dengan sebuah pertanyaan, bagaimana kalau berjuang berdampingan dengan seorang teman. Kalimat ini menurut saya pribadi sangat menyentuh. Karena Legolas berusaha menghilangkan perbedaan jenis etnis di antara mereka. Dia berusaha meyakinkan Gimli bahwa dia dan Gimli adalah sama-sama pejuang dalam mengalahkan Sauron, tidak peduli dari suku atau ras manapun, mereka adalah teman. Kebetulan dalam film itu memang persahabatan kedua orang itu memang cukup banyak diceritakan. Mulai dari bagian dari The Fellowship of The Ring sampai pasca perang.Kejadian tersebut walau hanya di film dan rekaan semata, tetapi bisa diambil pelajaran oleh kita, terutama mungkin saya sendiri. Dalam berteman memang seharusnya kita tidak membedakan suku, ras atau perbedaan mendasar lainnya. Karena teman bisa kita dapat dari dari mana saja. Kadang kita dihadapkan pada situasi mendapat rekan kerja yang mungkin memiliki banyak hal yang tidak kita sukai atau banyak ketidakcocokan lah. Tetapi karena faktor penunjukkan dari atasan akhirnya kita harus bekerja sama. Situasi ini juga mungkin terjadi pada rekan sekelas atau mungkin rekan yang secara sengaja atau tidak sengaja jadi rekan seperjuangan kita. Hal ini bisa menjadi penghalang kita dalam menyelesaikan pekerjaan atau tujuan kita, sesuatu hal yang mungkin tidak kita harapkan. Maka dari itu kita harus mencoba untuk menerima apapun teman atau rekan kerja yang kita dapat. Mungkin masih ada hal baik dari teman tersebut yang belum kita ketahui, yang mungkin justru bisa banyak bermanfaat untuk kita. Cuma hanya pada kesan awal saja kita kecewa dengan rekan yang kita dapatkan, padahal sebenarnya dia juga banyak sifat baik. Jadi seharusnya kita bisa menerima siapapun yang akan dipasangkan menjadi rekan kita.

Tetapi perlu diingat hal di atas hanya bisa diterapkan terhadap “teman” kita. Karena bisa saja yang semula kita anggap teman ternyata malah berusaha menjatuhkan kita atau berusaha menjadi musuh kita. Walaupun jika teman itu berusaha menjadi musuh, kita tetap tidak boleh balas memusuhi. Karena kalau kita membenci teman yang berbuat curang atau merugikan kita, bisa jadi tingkatan kita bisa jadi lebih buruk dari yang kita anggap sebagai musuh. Intinya memang tidak oleh ada dendam dalam diri kita. Walau berat memang untuk dijalankan.


Memang akan lebih baik jika rasa saling menerima apapun yang ada pada teman kita bisa terjadi dari kedua belah pihak. Karena bisa melahirkan kerja sama yang baik dan bisa membuat tujuan kedua belah pihak tercapai. Tetapi ya itu, seandainya hal itu bisa terjadi.

April 19, 2007 - Posted by | Teman

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: