Bigbasz’s Personal Blog

(Review) Shrek The Thirds

“Who’s ready for Thirds”Salah satu film sekuel yang ikut meramaikan musim panas tahun ini adalah shrek The Thirds. Film tentang monster besar hijau dari rawa ini cukup sukses dalam film pertama dan keduanya sehingga dibuatlah sekuel sampai Shrek The Thirds ini. Bahkan kabarnya ada rencana untuk membuat sekuel ketiganya atau Shrek 4.

Semula saya tidak berniat untuk nonton film ini. Kebetulan Minggu 17 Mei yang lalu saya nonton Fantastic Four 2. Setelah nonton Fantastic Four 2 keluar Manado Town Square, hujan turun dengan sangat lebat, akhirnya masuk ke Twenty One lagi deh dan nonton Shrek The Thirds ini.

Cerita film ini bermula ketika di Kerajaan Far Far Away, King Harold tengah jatuh sakit. Sudah selayaknya Raja yang sudah tua dan tengah jatuh sakit memikirkan siapa yang akan menggantikan dirinya. Shrek yang menikahi putri Fiona anak dari King Harold menjadi calon kuat untuk menjadi raja menggantikan King Harold. Namun Shrek merasa keberatan dengan keputusan King Harold tersebut karena terbiasa dengan habitatnya hidup di rawa-rawa. Untunglah King Harold dan Ratu Lillian setuju untuk mencari solusi calon pengganti selain Shrek. Fiona ternyata memiliki sepupu bernama Arthur, Arthur inilah yang akan ditunjuk untuk menjadi raja dengan syarat Shrek bisa membawa ke Far Far Away. Seperti dalam film sebelumnya Shrek dibantu oleh Donkey dan Puss in Boots dalam mencari dan membawa Arthur. Tentunya tidak mudah untuk menemukan dan membawa Arthur ke Far Far Away. Prince Charming berusaha menggagalkan usaha tersebut sekaligus melakukan kudeta.

Film ini disutradarai oleh duet Chis Miller dan Raman Hui yang menggantikan Andrew Adamson(sutradara Shrek 1 dan 2) yang kali ini bertindak sebagai produser eksekutif. Sementara di jajaran pengisi suara masih seperti dua film sebelumnya yang diisi oleh aktor dan aktris terkenal seperti Mike Myers, Cameron Diaz, Antonio Banderas, Eddie Murphy, Justin Timberlake dan lain-lain. Penggantian sutradara ternyata cukup berpengaruh pada kualitas Shrek The thirds ini. Sepak terjang Shrek dikurangi dalam film ini. Donkey dan Puss in Boots juga tidak segarang seperti pada Shrek 1 dan 2, porsi penampilan mereka sedikit dikurangi. Yang masih tetap porsinya mungkin hanya Putri Fiona.

Dalm film ini juga tampil putri-putri dari dongeng yang lainnya, seperti Sleeping Beauty, Cinderella, Rapunzel, dan Snow White. Pertemuan putri-putri dongeng dengan putri Fiona tersebut jadi mirip arisan ibu-ibu muda. Sementara seperti dua film sebelumnya dalam Shrek The Thirds juga tetap memparodikan sejumlah kisah dan film seperti kisah raja Arthur dan Lancelot, Lord of The Ring Return of The King, Snow White and the Seven Dwarfs, The Six Million Dollar Man, Jerry Maguire dan beberapa film lainnya. Dari sisi kelucuan, menurut saya sepertinya ada penurunan dibanding film pertama dan keduamya. Tidak seperti film pertama dan kedua dimana saya lumayan sering tertawa melihat kekonyolan trio Shrek, donkey ditambah Puss in Boots di film kedua, di film ini sepertinya agak berkurang intensitas kelucuannya. Jadi secara umum film ini sebenarnya tidak terlalu bagus, bahkan pada beberapa bagian yang sepertinya kurang cocok ditonton anak-anak.

Juni 23, 2007 - Posted by | Movie Review

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: