Bigbasz’s Personal Blog

(Review) Spiderman 3

Sebenarnya sudah lumayan terlambat untuk menampilkan review ini karena film ini sudah saya tonton 20 Mei lalu di Bontaro Plaza Jakarta. Namun karena aktifitas yang lumayan padat baru sempat nulis sekarang deh.Kalau ada pertanyaan film apa yang paling ditunggu oleh para penggemar film di Tahun 2007, mungkin jawaban mayoritas adalah Spiderman 3. Tanggal 2 Mei 2007 kemarin rasa penasaran penggemar Spiderman Indonesia sudah dapat terpuaskan dengan ditayangkannya film Spiderman 3 di bioskop-bioskop di Indonesia. Setelah sebelumnya hanya ada sedikit kabar mengenai apa yang akan ditampilkan di sekuel ketiga ini. Karena sebelum film ini tayang, sudah banyak spekulasi mengenai jalan cerita ataupun musuh-musuh yang akan muncul dalam Spiderman 3.

Filmnya sendiri masih tentang kisah cinta Peter dan Mary Jane selain perseteruan dan pertarungan dengan tiga musuh baru-nya. Kali ini ada tiga musuh yang muncul yaitu New Goblin, Venom, dan Sandman. New Goblin adalah teman Peter sendiri yaitu Harry Obsourne anak dari Norman Osbourne(Green Goblin). Harry masih memendam dendam atas tewasnya ayahnya sendiri yang diduga dibunuh oleh Spiderman. Musuh berikutnya adalah Sandman yang sebenarnya bernama Flint Marko. Flint Marko sendiri adalah orang yang sebenarnya membunuh Ben Parker paman Peter Parker. Musuh terakhir Spidey adalah Venom, Venom sendiri aslinya adalah Edward ‘Eddie’ Brock, seorang fotografer freelance yang bersaing dengan Peter untuk mendapat job tetap di surat kabar tempat mereka menyerahkan hasil fotonya.

Secara kualitas Spiderman 3 tidak terlalu mengecewakan. Nuansa drama yang ditampilkan lumayan hidup. Nuansa komiknya lumayan kental nyaris mirip dengan apa yang dituturkan oleh komiknya. Walau tetap ada sedikit perombakan dari cerita komiknya. Penampilan karakter yang muncul juga lumayan bagus. Kemudian adegan action yang mutlak harus ada dalam film super hero juga digarap dengan cukup baik oleh Sam Raimi.

Tetapi tetap saja ada orang yang kurang puas dengan film ini. Salah satunya adalah saya sendiri. Sepertinya Sam Raimi ingin memuaskan penonton dengan banyak super villain. Tetapi yang terjadi justru penyelesaian konflik yang terlalu terburu-buru. Konfliknya dirasa terlalu mudah untuk diselesaikan untuk kemudian beralih ke super villain lainnya.

Yang menarik dalam fim ini untuk dikomentari saya mungkin soundtrack yang tampil dalam film ini. Cukup banyak musik jazz yang ditampilkan. Sepertinya baru kali ini saya melihat film super hero dengan banyak irama jazz di dalamnya. Tetapi hal ini tidak mengurangi nilai film ini. Justru terobosan yang lumayan seru juga.

Juni 23, 2007 - Posted by | Movie Review

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: