Bigbasz’s Personal Blog

Review 300


“Spartans! Ready your breakfast and eat hearty, for tonight we dine in Hell!, for tomorrow we’re gonna fight and die!””No retreat, no surrender. That is Spartan law. And by Spartan law we will stand and fight, and die. A new age has begun: an age of freedom. And all will know that 300 Spartans gave their last breath to defend it!”

King Leonidas, King of Sparta

Setelah nonton film komedi romantis dua minggu yang lalu The Holiday, akhir pekan kemarin saya nonton film ber genre Action and Adventure bertema perang 300.Film 300 ini kalau tidak salah diadaptasi dari novel perang Frank Miller(sebelumnya pernah membuat Sin City) dan juga ada versi komiknya yang keduanya berjudul sama 300. Kisahnya sendiri tentang 300(mungkin lebih tepatnya 300 + 1 kali dengan Leonidas) pasukan terbaik Sparta melawan ratusan ribu pasukan Persia yang dipimpin King Xerxes. Untuk layar lebar film ini sudah beredar sekitar bulan Maret kemarin. Jadi kayaknya belum terlalu lama jarak nonton di DVD sama versi Bioskopnya

Sinopsis

Berlatar 400 tahun sebelum masehi di mana ketika itu terdapat kerajaan kota Sparta. Di Sparta setiap anak lelaki dilahirkan untuk menjadi prajurit. Sejak lahir bayi-bayi laki-laki di periksa apakah sehat dan normal atau tidak. Jika tidak normal maka akan disingkirkan. Karena hanya bayi laki-laki normal yang akan dibesarkan dan dilatih menjadi prajurit yang siap bertarung. Setelah anak-anak laki-laki itu berumur 7 tahun, mereka dikirim untuk bertempur dan “belajar” membiasakan diri berjuang mempertahankan dirinya. Tidak boleh ada tangis, keluhan yang pantas diucap atau bahkan diperlihatkan bagi semua kaum Sparta, termasuk dari kaum wanita.

Leonidas raja dari Sparta ini pun dulunya pernah mengalami “pendidikan” tersebut. Sewaktu ia berumur 7 tahun ia pun harus dibawa meninggalkan kampung halamannya kemudian ditinggalkan begitu saja di hutan bebas untuk belajar “survive” dari berbagai tantangan tanpa adanya bantuan sama sekali dari keluarganya. Jika kemudian ia berhasil bertahan hidup dan berhasil juga untuk pulang merupakan suatu kebanggaan dan layak menjadi prajurit Sparta yang sesungguhnya. Namun, jika tidak berhasil, berarti memang ia tidak layak menjadi prajurit Sparta.

Suatu ketika muncul utusan dari pasukan Persia yang datang dan menyampaikan pesan dari Raja Xerxes. Dalam adegan itu terdapat dialog yang menarik. Leonidas bertanya “Before you speak, Persian, know that in Sparta, everyone, even a king’s messenger, is responsible for the words of his voice. Now…what message do you bring?”. Utusan persia tersebut menjawab “Earth and water”.Terkejut dengan jawaban utusan Persia tersebut Leonidas menyela “You rode all the way from Persia for earth and water?” Kemudian Ratu Gorgo berkomentar “Do not be coy or stupid, Persian. You can afford neither in Sparta”.Karena tersinggung oleh ucapan Ratu Gorgo, utusan Persia itu bertanya“What makes this woman think she can speak among men?”Yang kemudian dijawab oleh ratu Gorgo” Because only Spartan women give birth to real men”

Di dialog tersebut terlihat bahwa Sparta tidaklah mau menyerah begitu saja. Leonidas juga tersinggung karena pertanyaan Utusan Persia tersebut yang mempertanyakan ucapan Ratu Gorgo pada dialog Leonidas dan Utusan Persia tersebut. Akhirnya “This is Sparta!!” teriak Leonidas sambil menendang utusan tersebut ke sumur yang sangat dalam beserta dengan pengikut-pengikutnya yang lain.

Walau menentang usulan Xerxes untuk menyerah Leonidas tidaklah bodoh. Dia sudah memikirkan untuk menyerang Persia di satu titik sebelum sampai di kota Sparta. Karena saat itu ada suatu keharusan bagi seorang raja yang akan berperang untuk pergi meminta restu dari Ephor, turunan manusia yang dianggap lebih istimewa ketimbang manusia biasa, termasuk seorang raja. Leonidas menghadap Ephor untuk meminta restu berperang. Ephor ini tinggal di suatu pegunungan, dan untuk mencapainya Leonidas perlu mendaki pegunungan yang memiliki tebing yang cukup terjal. Ada hal aneh dalam meminta restu dari para Ephor. Leonidas harus memberikan banyak emas dan wanita muda, cantik yang akan dijadikan “Oracle” atau pembawa pesan dari para dewa. Adegan Oracle yang dimasuki oleh para dewa ini cukup eksotis. Dan satu hal yang bisa membuat rating film menjadi Restricted bahkan NC-17.Setelah menjadi perantara pesan “Oracle” ini nantinya akan menjadi “santapan” bagi para Ephor yang bernafsu besar.

Ternyata berdasarkan pesan lewat Oracle, Leonides tak boleh memberikan perlawanan sedikit pun, bahkan ia malah harus menjalankan perayaan ritual Sparta tiap tahunnya di saat Persia akan menyerang. Tentu saja Leonidas tidak setuju dengan hal tersebut. Leonidas malah mengumpulkan pasukan terbaik dari Sparta sejumlah 300 orang. Hal ini dilakukan Leonidas yang akan menyerang pasukan Persia di balik dinding batu di sebuah pegunungan.

Leonidas menggunakan strategi dengan menggunakan tembok yang tinggi dan kuat untuk melindungi pasukannya. Peperangan pun dimulai. Pasukan Sparta yang berpakaian sangat minim ini terlihat begitu dominan. Pasukan Persia dibuat tak berdaya dan dibantai habis dalam setiap pertempurannya. Tak ada satupun pasukan persia yang masih dapat bertahan hidup. Slogan “no Mercy” dan No Prisoner” benar-benar dipakai oleh para pasukan Sparta tersebut. Adegan perang yang ditampilkan dalam film ini sangatlah sadis. Adegan saling tebas baik terhadap kepala atau badan musuh ditampilkan.

Pada awalnya Leonidas dan pasukannya tak sedikitpun mengalami kekalahan. Bahkan tak ada korban satupun dari pihak Sparta. Berbagai jenis pasukan dari seluruh penjuru Asia yang dikerahkan Xerxes belum ada yang mampu menaklukkan Leonidas.

Sampai pada akhirnya pun Xerxes mengunjungi Leonides dan menawarkan suatu “kerjasama”. Menjadikan Leonides sebagai penguasa seluruh Yunani namun ia harus menyerah pada Xerxes. Tawaran yang pastinya ditolak.

Sementara Leonidas bertempur, Ratu Gorgo berjuang untuk meyakinkan dewan Sparta untuk mengirimkan bala bantuan. Perjuangan untuk meminta bantuan ke dwan ini juga tidak mudah. Ada hal tertentu yang diminta salah satu anggota dewan untuk memuluskan rencana Ratu Gorgo. Namun sayang ternyata dalam dewan maupun di medan laga ada pengkhianat yang merugikan Leonidas. Sudah barang tentu hal ini menyulitkan Leonidas dalam mengakhiri perang dengan kemenangan. Mengenai ending film sepertinya sudah banyak yang mengetahuinya. Jadi tidak perlu diungkap lagi.

In My Opinion

Jika dilihat-lihat film ini seperti paduan film trilogi Lord of The Ring, Kingdom of Heaven dan Troy. Hanya saja dalam film ini lebih menitikberatkan pada perangnya. Hal ini membuat adrenalin penonton bisa lebih terpacu. Film 300 ini dibuat dengan setting 400 tahun sebelum masehi didataran Yunani ini tidak banyak menggunakan set langsung di alam. Sangat banyak penggunaan blue screen dalam pembuatannya untuk memberi nuansa komik. Kalau sebelumnya anda pernah nonton Sky Captain and the World of Tomorrow (Jude Law, Gwyneth Paltrow dan Angelina Jolie) yang memakai blue screen juga, nuansa latar-nya hampir sama yaitu kurang alami.

Spesial efeck yang ditampilkan lumayan bagus. Adegan peperangan yang berlangsung sering ditampilkan dengan gerakan slowmotion yang membuat film ini jadi dramatis dan membuat adegan terlihat lebih detil. Sound efek yang mengelegar di sepanjang film pun menjadi salah satu faktor yang membuat adegan perang film ini menjadi semakin seru. sementara itu nuansa sephia mendominasi pada warna yang ditampilkan di film. Hal yang menambah suasana kelam dalam film ini.

Di balik megahnya film ini, ada kontroversi mengenai cerita dalam film ini. Ada dugaan bahwa terdapat muatan politis dalam cerita kekejaman bangsa Turki. Di film 300 ini memang ada penggambaran bahwa bangsa Persia adalah bangsa yang sadis. Bahkan katanya di Iran film ini dilarang, karena bangsa Iran sekarang adalah keturunan bangsa Persia.

Kemudian dari beberapa sumber yang pernah saya baca sepertinya bangsa Sparta dahulu belum kenal namanya demokrasi tetapi ada semacam dewan legislatif di film ini. Sparta yang pernah saya baca adalah bangsa yang sangat kejam juga dan militeristik jadi tidak kenal demokrasi.

Dan yang mungkin agak mengganggu saya adalah pelecehan terhadap bangsa Asia. Di 300 digambarkan berbagai macam pasukan Asia tak berdaya menghadapi Sparta. Padahal sebenarnya sekarangpun dalam dunia olahraga terutama sepakbola asia kalah jauh dari Eropa. Jadi mungkin pantas juga sih kalo kalah.

Yah kalau dilihat memang cerita 300 diambil dari novel grafis dan komik jadi mungkin tidak ada rekayasa dalam filmnya. Jadi kesimpulan kalau mau nonton ya nikmatin aja filmnya.

Juli 11, 2007 - Posted by | Movie Review

2 Komentar »

  1. filmnya bagus banget!
    segi kostum, cerita n everything lah!
    sampai2 mereka menginspirasi gue untuk negerjain kostum drama natal gue yang ngangkat tokoh Daud.

    Komentar oleh hera | Oktober 11, 2007 | Balas

  2. dari sejarah sebenarnya, pertempuran seperti itu pernah terjadi antara pasukan muslimin dipimpin khalid bin walid yang berkekuatan 3000 orang melawan pasukan terkuat dimuka bumi waktu itu yakni gabungan pasukan romawi dan daerah jajahannya sekitar daerah syam(palestina) yang berjumlah 200.000 pasukan. Dari segi jumlah, hal itu seperti hal yang mustahil namun itulah kenyataannya. Dari Pasukan muslimin korbannya 12 orang. Namun dari pasukan romawi tidak tercatat namun bila dilihat dari pertempurannya, seharusnya korban terbanyak ada di pasukan romawi.

    Komentar oleh talithazone | Maret 23, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: