Bigbasz’s Personal Blog

Film Laga Kelas B Jadul dan Layar Emas

Bagi generasi yang sekarang berusia di atas dua puluh tiga tahun, istilah film layar emas bukanlah istilah yang asing. Layar Emas adalah tayangan unggulan RCTI dekade 90-an dulu berupa tayangan film-film unggulan yang dianggap terbaik oleh RCTI. Awalnya tayangan itu menjadi favorit sebagian warga Jabotabek dan masyarakat yang memiliki antena parabola. Namun setelah RCTI Go Nasional atau siaran nasional pada pertengahan tahun 1994, Film Layar Emas mulai dapat dinikmati dan digemari oleh sebagian masyarakat di seluruh penjuru Indonesia walau tentu saja yang bisa menangkap siaran RCTI ini.


Film layar emas ditayangkan RCTI setiap hari Rabu jam 20.00 WIB yang diselingi Dunia Dalam Berita TVRI jam 21.00, jika beruntung jam 21.30 film layar emas akan dilanjutkan. Kenapa saya bilang beruntung, karena waktu dekade 90-an acara Laporan Khusus lumayan sering ditayangkan TVRI dan wajib direlay oleh seluruh stasiun TV di Indonesia. Acara yang jelas menjengkelkan karena harus menunggu Laporan Khusus ini usai yang tidak jelas berapa lama durasinya. Jika beruntung lagi ya pas Laporan Khusus ini selesai belum ngantuk, jika sudah ngantuk ya ketiduran dan ahhhh, besok nggak bisa ikutan ngobrolin filmnya sama teman-teman.Film-film seperti American Ninja baik I,II,III,IV dan V kemudian Best of The Best I dan II, Trilogi Rambo, Blood Sport dan film-film laga lainnya yang mungkin sudah tidak begitu saya ingat judulnya sangat mendominasi pada awal program ini ditayangkan. Film-film itu dibintangi oleh aktor-aktor seperti Michael Dudikoff, David Bradley, Eric Roberts, Dolph Lungren, Jean Claude Van Damme, dan Sylvester Stallone yang saat itu mencapai ketenarannya di Indonesia. Hampir tidak ada anak-anak kecil yang tidak mengenal mereka terutama di lingkungan saya. Cerita film-film itu ditambah aksi laga bintangnya lumayan sering jadi bahan perbincangan saya dan teman-teman ketika itu.

Saat itu sepertinya banyak sekali masyarakat bukan hanya saya dan anak-anak kecil di lingkungan saya yang menyukai jenis film-film laga yang dikategorikan film kelas B ini. Nggak tahu juga sih kenapa dulu suka ya sama jenis film seperti ini, padahal jika dilihat sekarang banyak penggarapan film jenis ini yang tidak terlalu bagus karena low budget. Alur ceritanya juga sebenarnya mudah sekali untuk ditebak, dan biasanya ada pola dan standar yang sama. Polanya biasanya ada pahlawan yang sangat superior yang kadang hanya berjuang sendiri bisa mengalahkan banyak musuh. Atau bisa juga polanya seorang pahlawan yang terjebak dalam kompetisi bela diri fight to death, di mana yang menang adalah yang masih hidup.

Film-film yang biasanya dikategorikan film kelas B ini sebenarnya di negara asalnya tidak terlalu laku. Namun setelah dijual ke negara-negara seperti Indonesia bisa sukses. Saya sendiri juga belum bisa menemukan analisis kenapa hal ini bisa terjadi. Apa di masyarakat kita waktu itu sangat menyukai kisah heroik, atau suka dengan peperangan atau ada hal lain. Jangankan alasan masyarakat, lha untuk pribadi saya sendiri juga kurang begitu tahu alasan saya suka dengan jenis film seperti ini.

Seiring perkembangan jaman penggemar film seperti ini mulai berkurang, termasuk saya sendiri. Semakin banyak sumber tontonan baik dari bioskop maupun Laser Disk,VCD, dan DVD memang membuka mata para penggemar film akan film yang berkualitas. Pada akhir 90-an saya juga sudah mulai boleh nonton di bioskop jadi mulai terbuka akan film-film lain. Selain itu faktor pergaulan dan referensi yang dilihat di Internet dan majalah-majalah juga mempengaruhi selera tontonan saya.

Saat ini program film layar emas sudah dihentikan oleh pihak RCTI. Program sejenis yang saat ini ditayangkan oleh RCTI adalah Box Office RCTI yang sepertinya dibuat untuk menandingi program sejenis yaitu Bioskop Trans TV. Film-film yang ditayangkan pada Box Office RCTI saat ini sudah mulai beragam tidak hanya film kelas B saja karena namanya saja Box Office, sudah seharusnya menayangkan film-film yang meraih Box Office.

Walaupun Layar emas sudah menjadi kenangan, akan tetapi tidak demikian halnya dengan jenis film laga kelas B. Film jenis ini masih terus diproduksi di Hollywood. Contohnya yang agak baru The Marine yang dibintangi John Cena, bintang dari WWE Smackdown. Sepertinya untuk film seperti ini masih dianggap punya pangsa pasar tersendiri.

Juli 14, 2007 - Posted by | Movie

3 Komentar »

  1. Ada simpanan koleksi film perjuangan yang dulu sempat wajib tonton jaman SD?

    Komentar oleh Tessy Kaboel | September 18, 2008 | Balas

  2. Wah nggak punya mas. Tapi kalo mau cari yang ilegal kayaknya di Glodok banyak deh🙂

    Komentar oleh Basuki Rahmat | September 19, 2008 | Balas

  3. wah,,,jadi ingat masa lalu

    Komentar oleh katakoma | Desember 13, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: