Bigbasz’s Personal Blog

Review Epic Movie

Kira-kira mungkinkah Superman dan X-Man muncul dalam satu film. Walau berbeda berasal dari dua perusahaan komik yang berbeda satu berasal dari DC Comics dan yang satunya dari Marvel, hal itu bisa saja terjadi. Kebetulan awal tahun kemarin Superman dan beberapa tokoh X-Man muncul dalam satu film, walau hanya dalam bentuk parodinya saja yaitu dalam “Epic Movie”.

Dari kata “Epic” pada judul film sudah terlihat bahwa film ini akan menampilkan parodi film-film yang sukses. Ada banyak sekali film yang diparodikan dalam Epic Movie. Film-film yang diparodikan dalam Epic Movie itu antara lain The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe, The Da Vinci Code, Nacho Libre, Snakes on a Plane, X-Men: The Last Stand, Charlie and the Chocolate Factory,Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest,Click, Harry Potter film series, Superman Returns, Borat: Cultural Learnings of America for Make Benefit Glorious Nation of Kazakhstan, dan Mission Impossible 3. Selain film-film itu kalau kita jeli sebenarnya masih banyak karakter atau plot film yang diparodikan.

Tidak hanya film yang diparodikan oleh Epic Movie. Berbagai acara TV, lagu, dan brand-brand terkenal Amerika juga diparodikan. Acara TV yang diparodikan antara lain MTV Cribs, Punk’d, American Idol juga diparodikan. Kemudian beberapa lagu yang diparodikan seperti Eye of The Tiger, “Wonka’s Welcome Song” (OST Charlie and the Chocolate Factory), Kungfu Fighting-nya Carl Douglas. Sementara brand-brand yang diparodikan oleh duet Jason Friedberd dan Aaron Selstzer ini antara lain Doritos, Captain Morgan, GEICO, MySpace, Apple, dan Bell Mobility.

Cerita film ini berkutat pada empat tokoh utama dalam film ini yang kesemuanya adalah anak yatim piatu yang sudah tidak kecil lagi. Yang pertama bernama Lucy (Jayma Mays) yang diasuh oleh kurator di Louvre (di mana seorang pembunuh albino bersembunyi). Yang kedua bernama Edward (Kal Penn) yang diasuh pengungsi dari pegulat ‘libre’ Meksiko. Yang ketiga Susan (Faune A. Chambers) seorang anak yatim piatu yang akan menemui orang tua angkatnya yang baru. Kebetulan Susan adalah korban pesawat yang penuh dengan ular. Dan yang keempat adalah Peter (Adam Campbell) penduduk “normal” dari komunitas mutant “X”.

Lewat suatu kebetulan mereka berempat mendapatkan golden ticket untuk berkunjung ke Willy Chocolate Factory. Di pabrik coklat itu mereka bertemu dengan Willy(mirip dengan Willy Wonka). Karena Willy ternyata sangat kejam, mereka berempat kabur dan akhirnya lewat satu lemari mereka masuk ke negeri Ganrnia. Selanjutnya plot cerita sudah mengarah pada parodi The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe. Di negeri Gnarnia itu mereka harus menghadapi White Bitch of Gnarnia(memang nama karakternya White Bitch).

Kalau dilihat dari proses menggabungkan berbagai macam parodi dari segala macam film, tokoh, music, brand dan lain sebagainya, duet Jason Friedberg dan Aaron Seltzer bisa disebut kreatif. Namun tetap ada beberapa bagian yang agak mengganggu seperti penyebutan plot Superman Returns pada dialog. Hal seperti ini menurut saya lebih baik jika dihilangkan saja, biar para penonton saja yang menebaknya.

Dari segi kelucuannya menurut saya di Epic Movie ini tidak banyak adegan yang bisa membuat saya tertawa. Nggak tahu juga kenapa saya nggak mudah tertawa padahal saya tidak anti film komedi. Tapi hal ini juga dialami oleh kedua teman yang kebetulan sudah menonton film ini. Mereka berdua menganggap film ini sama sekali tidak lucu. Sepanjang nonton film ini bukan ingin tertawa tapi malah berusaha menebak apa yang diparodikan mereka.

Kalau ada yang sedikit menarik perhatian saya adalah parodi MySpace dan Apple. Parodi ini muncul ketika White Bitch membuka Apple Notebooknya dan membuka Account MySpace-nya. Saat itu ada Instant Message dari Silas. Bagi penonton di Eropa dan Amerika parodi ini mungkin bisa lebih memancing reaksi penontonnya untuk sekedar tersenyum. Tetapi untuk kawasan Asia Tenggara MySpace belum terlalu populer, karena masih kalah bersaing dengan Friendster.

Film-film seperti ini biasanya memang dikritik habis-habisan oleh para kritikus film. Filmnya dianggap tidak kreatif dengan mendompleng nama-nama besar yang diplesetkan. Sudah begitu naskahnya cenderung digarap dengan sangat praktis. Hal ini bisa dilihat dengan munculnya parodi Borat di akhir film. Padahal Film Borat mulai tayang sekitar bulan November tahun 2006 lalu sedangkan Film Epic Movie sudah selesai digarap akhir tahun 2006 lalu.

Walau dibenci oleh para kritikus film, film-film seperti Epic Movie, Scary Movie dan Date Movie tetap ditonton oleh banyak orang. Sepertinya film-film seperti ini masih akan terus diproduksi karena masih cukup menjanjikan banyak keuntungan.

Jadi bagi yang suka lelucon yang biasanya dimunculkan di Scary Movie 1,2,3,4 dan Date Movie, Film Epic Movie layak untuk ditonton. Kalau muak dengan apa yang sudah ditayangkan di Scary Movie dan Date Movie memang sebaiknya jangan nonton film ini. Tetapi bagi yang ingin menguji pengetahuan tentang perfilm-an film ini bisa untuk menguji parodi dari apa yang ditampilkan di Epic Movie.

Juli 22, 2007 - Posted by | Movie Review

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: