Bigbasz’s Personal Blog

Trans Bi6: Trans TV di Tahun ke-6 (In My Opinion)

Tanggal 16 Desember merupakan hari ulang tahun Trans TV atau Televisi Transformasi Indonesia. Tak terasa Stasiun TV yang mempunyai moto “Milik Kita Bersama” tersebut saat ini telah mengudara di wilayah Indonesia selama enam tahun. Pada ulang tahun yang ke-6 ini, Trans TV menyusun program yang diberi nama Trans Bi6.

Hari ini tidak hanya menjadi ulang tahun Trans TV saja. Semenjak tahun lalu Trans Corp yang merupakan induk dari Trans TV melakukan pembelian 49 % saham TV 7. Setelah proses tersebut Trans Corp merubah nama TV 7 menjadi Trans|7. Kemudian pada tanggal 16 Desember 2006 lalu nama Trans|7 diluncurkan bersamaan dengan ulang tahun Trans TV yang ke-5. Dan akhirnya sejak tahun lalu tersebut Trans TV dan Trans|7 merayakan ulang tahun secara bersama-sama.


Trans TV merupakan stasiun TV swasta ke-8 di Indonesia. Stasiun Tv ini berdiri hampir bersamaan dengan berdirinya TV 7 dan Lativi setelah sebelumnya pada awal dekade 2000-an Metro TV lebih dahulu berdiri. Stasiun TV ini dimiliki oleh pengusaha kaya Chairul Tanjung yang juga pemilik dari Grup Mega. Oleh karena itu stasiun TV ini memiliki struktur modal sangat kuat. Sehingga mereka bisa tetap stabil untuk menantang dominasi TV-TV yang sudah lebih dahulu berdiri seperti RCTI dan SCTV.

Jika dilihat sepintas sepertinya Trans TV membidik segmen penonton keluarga segala usia. Hal ini bisa dilihat dari berbagai acara yang ditayangkan lebih banyak porsi hiburan untuk seluruh anggota keluarga. Sasaran penonton yang coba dibidik sepertinya tidak difokuskan pada segmen umur tertentu.

Dalam posisi di pasar persaingan antar TV Swasta, sepertinya Trans TV dapat diposisikan sebagai Market Challenger. Karena dengan struktur modal yang cukup kuat mereka bisa membuat program yang mereka inginkan. Dan selama ini Trans Tv mencoba menghadirkan tayangan yang lain dari stasiun TV lain dengan harapan menggoyang posisi market leader saat ini.

Ada yang unik jika melihat apa yang mereka tayangkan. Hal unik tersebut adalah mayoritas program lokal Trans TV berasal dari produksi mereka sendiri. Kenyataan ini baru saya sadari akhir-akhir ini ketika melihat susunan acara yang Trans TV tayangkan setiap harinya.

Berita Ringan di Trans TV
Kalau ada yang kelihatan menonjol dari program-program Trans TV adalah banyaknya program berita ringan yang berisi info ringan, kuliner, dan info pariwisata. Sejak pagi hari yang dimulai dengan Good Morning, kemudian Jelang Siang, Sisi Lain, Jelajah, Harmoni dan Jelang Sore.Kemudian di akhir pekan ada Wisata Kuliner bersama Bondan Winarno, Warna-warni Jelang Siang, Koper dan Ransel, dan Good Morning on The Weekend. Dan selain program tersebut di atas ada juga program yang melekat pada program berita mereka yaitu Reportase Minggu dan segmen Tanah Airku pada Reportase Pagi di hari Sabtu, Minggu dan Senin.

Dari sekian banyak program informasi ringan di atas yang bisa dikatakan cukup sukses mungkin adalah Wisata Kuliner. Acara yang dibawakan oleh Bondan Winarno ini sebenarnya cukup sederhana. Pak Bondan hanya mengajak pemirsa untuk berjalan-jalan bersama beliau sambil menunjukkan tempat-tempat yang menyediakan makanan-makanan yang enak. Kemudian pak Bondan memberikan review singkat mengenai makanan yang dimakannya tersebut. Untuk kualitas rasa yang luar biasa enak. Pak Bondan memberi istilah mak nyuuss, yang kemudian menjadi istilah yang cukup terkenal saat ini.Kesuksesan Wisata Kuliner menarik beberapa stasiun TV lainnya untuk membuat acara yang serupa.

Kemudian ada juga satu program yang masih berusia sangat muda karena baru tayang sejak setelah Lebaran kemarin. Program itu adalah Jelang Sore. Pada awalnya saya juga sempat agak kesal dengan isi programnya yang sepertinya pernah stok lama yang berisi liputan yang pernah tayang pada program lain. Hal ini membuat saya mengira acara ini hanya bermaksud untuk mengisi slot acara saja. Namun ternyata program ini terus dikembangkan dan liputan-liputannya merupakan liputan terbaru dan dikemas dengan cukup unik.

Program Berita
Kemudian untuk program Berita mereka mempunyai Reportase Pagi, Sore dan Malam ditambah program Reportase Investigasi di hari Sabtu. Untuk program berita sepertinya kualitasnya bisa dibilang standar-standar saja.Karena cakupan beritanya yang sangat kurang luas. Di dalam reportase saya hampir tidak pernah melhat berita dari manca negara. Berita olahraga juga bisa dikatakan tidak ada, demikian juga dengan berita ekonomi dan bisnis yang juga tidak ada. Entah hal ini sangat mungkin disebabkan fokus mereka untuk berita ringan lebih tinggi dibandingkan berita lainnya. Yang bisa dikatakan menarik mungkin hanya program Reportase Investigasi yang kerap meliput hal-hal yang tidak disadari dan ternyata banyak merugikan masyarakat. Walau mungkin program ini terkadang memang membuat hidup kita menjadi tidak nyaman karena harus ekstra hati-hati setelah menyadari banyaknya kecurangan dalam berbagai aspek kehidupan.

Dalam program Reportase dan program info ringan lainnya ini, ada konsep yang cukup menarik berkaitan rolling presenter dan reporternya. Trans TV menerapkan konsep Newscaster. Hal ini menuntut seseorang dapat bekerja sebagai presenter maupun reporter.Sehingga memungkinkan rotasi antara presenter dan reporter secara terus menerus, karena selain sebagai pembaca berita, para presenternya juga dilibatkan dalam proses pencarian beritanya.

Bioskop Trans TV
Untuk urusan hiburan berupa film-film sepertinya Trans TV merupakan Tv yang paling unggul dibandingkan stasiun TV lainnya. Program tayangan film-film unggulan Trans TV adalah Bioskop Trans TV. Yang mungkin bisa bersaing dengan program Trans TV ini mungkin hanya program Box Office di RCTI. Kemunculan program Box Office RCTI ini ditanggapi pihak Trans TV yang sekarang memasang slogan The Real Box Office, yang mungkin untuk menunjukkan kepada masayarakat bahwa program Bioskop Trans Tv lebih unggul dibandingkan program Box Office RCTI.

Pada program Bioskop Trans TV, Trans TV berusaha menayangkan film-film yang cukup populer di bioskop untuk ditayangkan pada layar kaca. Sejak beberapa waktu yang lalu malah program Bioskop Trans TV ini dikemas dalam sistem Combo. Jadi setiap harinya ada dua film yang tayang, dan programnya diganti menjadi Double Bioskop Trans TV. Walau kualitas film yang mengisi slot kedua cenderung banyak yang kelas B.

Sebenarnya pada sesi pertama Bioskop Trans TV selalu menayangkan film-film yang bagus dan tergolong baru untuk penayangan di televisi umum. Sepertinya program bioskop Trans Tv ini agak susah menjaring penonton. Hal ini karena sudah banyaknya DVD bajakan yang tersedia, sehingga banyak masyarakat yang sudah menonton filmnya sebelum tayang di TV. Saya sendiri juga agak malas menonton karena ada gangguan iklan pada tayangannya. Sangat wajar memang karena TV ini hidup dari iklan. Namun terkadang banyaknya iklan dalam film cukup mengganggu saya, sehingga untuk urusan film saya masih lebih suka melihat di stasiun Tv berbayar seperti HBO dan Star Movies, yang selain tidak ada iklan, film yang ditayangkan juga masih lebih segar.

Program-program Unggulan Lainnya
Selain berita ringan Trans TV juga masih punya banyak program unggulan seperti ExtraVaganza, Ceriwis, Gong Show, dan berbagai acara lainnya. Walau ada dugaan(dari yang saya baca di salah satu situs internet) bahwa Extravaganza meniru program Saturday Night Live, namun acara ini cukup menarik banyak perhatian para penonton di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan cukup terkenalnya para personil Extravaganza. Saat ini saya kira tidak ada yang tidak mengenal Aming, Tora Sudiro, Ronal, dll.Mereka menjadi terkenal ataupun tambah terkenal lewat acara Extravaganza ini. Hanya sayang sepertinya karena sudah banyaknya episode yang sudah ditayangkan, kualitas humornya saat ini agak berkurang, menurut pandangan saya sih.

Ada satu acara unik yang merupakan program baru mereka yaitu Akhirnya Datang Juga. Program Akhirnya Datang Juga ini mirip program Thank God You’re Here yang sudah ada di negara lain. Namun sepertinya memang Trans TV membeli lisensi nya untuk dapat membuat acara serupa di Indonesia. Acara Akhirnya Datang Juga ini cukup menarik perhatian saya karena konsepnya yang cukup unik dalam menguji kemampuan akting dari seorang aktor atau aktris yang berakting pada satu sketsa tanpa naskah dan skrip. Seperti edisi yang terakhir di mana kita bisa melihat kualitas akting yang cukup parah dari seorang Roger Danuarta dan Sisi Pricilla.

Dalam hal sinetron sepertinya mereka mencoba menguranginya dengan hanya menayangkan dalam satu slot prime time setiap senin sampai dengan jumat. Sinetron yang mereka tayangkan adalah sinetron lepas yang berupa cerita Legenda dan Dongengyang dibuat versi terbarunya. Untuk jenis program ini saya agak kurang sreg dalam melihatnya. Karena IMO kualitas program ini kurang begitu bagus karena memang saya kurang begitu suka dengan apa yang dinamakan sinetron terutama dari Indonesia.

Selain sinetron pada jam prime time tersebut ada dua sitkom yang mungkin bisa dikategorikan sinetron. Sitkom pertama adalah Suami-Suami Takut Istri, dalam sitkom ini diceritakan ada beberapa pasangan yang kebetulan para lelakinya begitu takut pada istrinya. Hal ini menimbulkan berbagai konflik dalam kehidupan mereka. Konflik-konflik tersebut terkadang bisamembuat kita tertawa. Tayangan ini menggantikan program Bajaj Bajuri yang dulu pernah sangat terkenal di Indonesia.

Kemudian sitkom mingguan yang kedua Coffe Bean Show. Dalam sitkom ini situasi yang diambil adalah situasi di sebuah coffe shop. Sitkom ini selalu berusaha menampilkan banyak cameo artis terkenal dalam setiap episodenya. Program Coffe Bean Show tayang setiap hari minggu pukul 18.30 WIB

Opini secara Umum
Trans TV cukup bagus dalam usaha meraih pasar penonton yang benar-benar mencari hiburan di layar televisi. Dalam hal pemberitaan mereka mencoba untuk fokus pada penggemar berita-berita ringan. Hal ini menyebabkan program berita umumnya agak berkurang kualitasnya dengan kurang bervariatifnya program Reportase.

Dari sisi Sinetron, saya cukup salut karena porsinya yang sangat minim. Walau masih ada sinetron yang kurang bisa menarik perhatian saya yaitu Legenda da Dongeng yang tayang pada pukul 19.00. Sementara untuk sitkom dari yang kebetulan jarang saya tonton sepertinya lumayan menghibur.

Dari sekian banyak program tersebut mungkin yang kurang adalah tayangan khusus anak, musik dan olahraga. Mungkin hal ini disebabkan positioning dan target market mereka. Sepertinya target market mereka adalah keluarga secara umum, bukan target person yang spesifik pada batasan umur tertentu, sehingga program anak-nya agak kurang walau bukan berarti tidak ada sama sekali. Sedangkan olahraga mungkintidak ada sama sekali. Untuk program anak-anak dan olahraga sepertinya oeh pihak Trans TV diserahkan pada saudara mereka yaitu Trans|7.

Selain itu juga tidak ada serial TV asing dalam rangkaian program Trans TV. Sepertinya Trans TV kurang begitu perhatian pada program ini. Hal ini mungkin balik lagi terkait positioning dan target market mereka.Sebagai penutup saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun bagi Trans TV yang ke-6. Walau bukan penonton setia dari TV ini namun saya tetap berharap semoga ke depannya bisa semakin sukses dan mampu memberikan tayangan hiburan yang bisa mendidik masyarakat Indonesia.

Desember 26, 2007 - Posted by | Televisi

6 Komentar »

  1. no coment. sorry…

    Komentar oleh AUZY | September 26, 2008 | Balas

  2. knp ya sy tidak bs masuk ke web transtv.co.id..???

    Komentar oleh xena | November 17, 2008 | Balas

  3. coba tambahkan www didepannya jadi http://www.transtv.co.id

    kayaknya bisa

    Komentar oleh Basuki Rahmat | November 17, 2008 | Balas

  4. atau kalau nggak bisa mungkin lagi ada maintenance servernya🙂

    Komentar oleh Basuki Rahmat | November 17, 2008 | Balas

  5. mas mo nanya2 nih ..

    gmana mekanisme penayangan film2 box office di tv swasta yah? maksudnya, bayar license sekali trus mo muter berapa kali aja bisa ato tiap kali muterin film box office harus bayar?

    trus bagaimana dengan share iklannya? berapa yang bisa didapat dari tv swasta tiap kali penayangannya yah?

    pengen tau aja, sori kl ngerepotin..

    Komentar oleh terzanovandra | Desember 24, 2008 | Balas

    • kayaknya per tayangan deh mas, jadi tergantung license yang dibayar untuk berapa kali tayang.

      Tapi untuk pastinya saya juga kurang tahu

      Komentar oleh Basuki Rahmat | Desember 25, 2008 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: